Langsung ke konten utama

Puisi Bergambar *Nirwan Dewanto

Puisi ini ku temukan di sebuah laman sastra online. Terrtarik saja membahasnya karena, puisi ini mampu mengeruk keluar perasaan yang lama mengambang tanpa warna dan bentuk. 

Tibalah saat puisi membentuk rasa menjadi nyata.

Nirwan Dewanto 
INSOMNIA
Insomnia adalah
jalan menuju pagi
yang tak pernah
sampai kepada pagi.
Kau di dalam mimpi
dan aku di luar mimpi—
berebut gambar matahari
yang tak jadi-jadi.
Insomnia adalah
jalan menuju pagi
yang tertutup gaunmu—
gaun tanpa tepi.
Kautanya, “Siapakah malam?”
Dan sambil memeluk jarum jam
kujawab, “Malam adalah pelupuk mata
yang mencari bola mata!”
Insomnia adalah
jalan antara kau dan aku
di mana cinta berjaga-jaga
menanti jantung paling biru.
   Aku mendapat sedikit kesan untuk sang penyair, belum membaca seluruh puisi miliknya yang juga ku tau seorang pelukis ini. 
   Kesanku dengan puisi-puisinya sejauh yang pernah aku baca ialah begitu kuatnya pemilihan, mengambilan kata benda dijadikannya simbol.
   Visual seorang pelukis yang cukup kuat itu ku taksirkan ialah pengikut sertaan kepekaannya yang lain sebagai pelukis, maka di puisi-puisinya pula diberi banyak gambaran yang tidak terpikirkan untuk menggambarkan sebuah perasaan yang abstrak.

 Pengenalannya akan warna juga membuatnya tepat dalam mengambil simbol benda yang berwarna juga tembus pandang.


***sayangku kau prisma dan aku tak bisa menangkapi warna yang kau pecah.